BILANGAN
IRASIONAL
Disusun
untuk Memenuhi tugas Matematika 2
Dosen
Pengampu Ida Nurmila Isandespha, S.Pd.
Disusun
oleh:
1.
Siti
Salimah 10144600002
2.
Arum
Pramistyasari 10144600063
3.
Rina
Rahmawati 10144600054
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
PGRI YOGYAKARTA
2011
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan anugerah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah
dengan judul “Bilangan Irasional”.
Penyusunan
makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas Matematika 2 dan memberikan
informasi kepada pembaca tentang Bilangan Irasional.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah
ini ada pihak yang terlibat dalam memberikan bantuan dan dorongan selama
penyusunan makalah ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ida
Nurmila Isandespha, S.Pd. selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan
bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan makalah ini.
2. Keluarga
yang selalu mencurahkan kasih saying dan pengertian, sehingga makalah ini dapat
terselesaikan.
3. Teman-teman
yang telah memberikan dukungan, bantuan, dan diskusi selama ini.
4. Semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Makalah ini diharapkan dapat menambah
pengetahuan kepada pembaca tentang Bilangan Irasional dan pada akhirnya dapat
memanfaatkan ilmu yang diperoleh sebagaimana mestinya.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah
ini banyak terdapat kesalahan dan kekeliruan. Untuk itu setiap saran, kritik,
dan komentar sangat kami harapkan untuk perbaikan makalah ini.
Yogyakarta,
20 April 2011
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL................................................................................................
KATA
PENGANTAR..............................................................................................
DAFTAR
ISI............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang......................................................................................
B.Rumusan Masalah.................................................................................
C.Tujuan Penulisan...................................................................................
D.Manfaat Penulisan.................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A.Pengertian Bilangan
Irasional...............................................................
B.Permasalahan pada
Bilangan Irasional..................................................
BAB III PENUTUP
A.Kesimpulan............................................................................................
B.Saran......................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA...............................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Saat
ini masih adanya kurang pemahaman tentang bilangan irasional dan bilangan
rasional. Hal ini sering terjadi terutama pada akar. Tidak semua bilangan yang
diakar itu termasuk bilangan irasional, tetapi ada juga bilangan yang diakar
termasuk bilangan rasional. Pembuktian bilangan rasional dan irasional dapat
dilihat dari bentuk desimalnya.
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalahnya adalah sebagai
berikut:
1. Apa
pengertian dari bilangan irasional?
2. Apa
saja permasalahan pada bilangan irasional?
C.Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisan makalah adalah:
1. Untuk
memahami pengertian bilangan irasional
2. Untuk
mengetahui konsep bilangan irasional
D.Manfaat Penulisan
Manfaat
penulisan makalah adalah:
1. Untuk
memperdalam pengetahuan tentang bilangan irasional
2. Agar
lebih memperdalam bilangan irasional
3. Agar
pembaca dapat membedakan antara bilangan rasional dan bilangan irasional
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Bilangan Irasional
Telah dibicarakan, bahwa setiap bilangan rasional
dapat dinyatakan sebagai pecahan desimal berakhir atau pecahan desimal berulang
teratur. Sebaliknya setiap pecahan desimal berakhir atau pecahan desimal, yang
angka‑angkanya berulang teratur adalah bilangan rasional. Selanjutnya bilangan
yang jika dinyatakan dalam bentuk pecahan desimal tidak akan berakhir dan tidak
berulang maka bilangan itu merupakan bilangan irasional. Misalkan,
0,37337333733337333337... adalah bilangan irasional, sebab angka‑angkanya tidak
berakhir dan tidak berulang teratur.
Bilangan
Irasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan
,
dimana a, b
B dan b
0. Dalam matematika dilambangkan dengan huruf
I.
Contoh:
1.
=
1,414213562…
2.
=1,732050…
3.
=
3,141592654…
Tetapi
tidak semua bilangan di dalam tanda akar merupakan bentuk akar ( Irasional),
karena ada bilangan yang berada dalam bentuk akar merupakan bilangan rasional.
Contoh:
1.
= 2
2.
= 9
3.
= 3
Bilangan
merupakan contoh bilangan irasional.
bukan 3
atau 3,1416, tatapi
adalah bilangan yang lambang desimalnya
tidak berakhir dan tidak berulang. Pendekatan untuk
sampai 20 angka desimal adalah:
3,14159265358979323846. Untuk mencari keliling lingkaran adalah 
. Kita sering menyebut
dengan 3,14 atau
, sebetulnya 3,14
merupakan nilai pendekatan yang dianggap cukup baik untuk kepentingan
perhitungan.
B.
Permasalahan
Bilangan Irasional
Contoh:
Pembuktian
bilangan irasional.
Jawab : Diasumsikan
rasional dan
kemudian ditunjukkan bahwa akan terjadi kontradiksi. Sehingga
irasional.
Andaikan
rasional.
Maka
dapat ditulis sebagai hasil bagi dua bilangan bulat
sedemikian
hingga a dan b relatif prima.
Jika
=
maka (
= 2 dan a2
= 2b2
Karena 2b2 bilangan
bulat genap, maka a2 adalah genap, demikian pula a.
Mengapa?
Karena a genap, maka a
dapat ditulis sebagai a = 2c, c bilangan bulat.
Didapat a2 = 4c2.
Padahal a2 = 2b2, maka b2
= 2c2 , sehingga b2 genap, akibatnya b genap.
Karena a dan b keduanya
genap, tentu mempunyai faktor
persekutuan 2. Maka didapat keadaan yang kontradiksi dengan pengandaian.
Sehingga pengandaian
bilangan
rasional tidak benar. Jadi
irasional.
Akar
pangkat dua dari semua bilangan positip kecuali bilangan kuadrat sempurna (1, 4,
9, 16,…) adalah bilangan irasional. Karena akar pangkat dua dari banyak
bilangan adalah bilangan rasional, maka akan dibicarakan pendekatan desimal
dari bilangan akar pangkat dua.
Cara
untuk menentukan pendekatan desimal dari bilangan akar pangkat dua adalah
metode rata-rata yang langkahnya sebagai berikut:
1. Menentukan
estimasi nilai pendekatan itu
2. Menentukan
hasil bagi bilangan yang diakar dengan bilangan estimasinya, dengan banyak
angka desimal sebanyak yang dikehendaki.
3. Menentukan
nilai rata-rata dari bilangan estimasi dan hasil bagi. Nilai rata-rata yang
diperoleh merupakan nilai pendekatan yang dicari.
4. Untuk
mendapat nilai pendekatan yang lebih teliti, dapat menggunakan nilai rata-rata
yang diperoleh sebagai estimasi.
Contoh:
Tentukan
nilai pendekatan .
=1,414285
Untuk
pendekatan yang lebih teliti kita gunakan nilai rata-rata sebagai estimasi
Kita
pilih 1,414285 sebagai estimasi 2:1,414285=1,414285
1,4142135
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Bilangan
irasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan
, dengan b
. Bilangan irasional
adalah bilangan yang jika dinyatakan sebagai desimal tidak berakhir dan tidak
berulang. Tidak semua bilangan
yang diakar merupakan bilangan irasional, karena ada bilangan yang diakar
merupakan bilangan rasional. Bilangan yang termasuk bilangan irasional adalah
bilangan yang merupakan akar pangkat dua dari semua bilangan bulat positip
kecuali bilangan kuadrat sempurna(1, 4, 9, 16,…). Cara untuk menentukan
pendekatan decimal dari bilangan akar pangkat dua adalah dengan metode
rata-rata, yang langkah-langkahnya adalah:
1. Menentukan
estimasi nilai pendekatan itu
2. Menentukan
hasil bagi bilangan yang diakar dengan bilangan estimasinya, dengan banyak
angka desimal sebanyak yang dikehendaki.
3. Menentukan
nilai rata-rata dari bilangan estimasi dan hasil bagi. Nilai rata-rata yang
diperoleh merupakan nilai pendekatan yang dicari.
4. Untuk
mendapat nilai pendekatan yang lebih teliti, dapat menggunakan nilai rata-rata
yang diperoleh sebagai estimasi.
B.Saran
Sebaiknya
pembaca lebih memahami konsep antara bilangan rasional dengan irasional.
DAFTAR
PUSTAKA
Sa’dijah,
Cholis. 1999. Pendidikan Matematika II.
Malang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Tim
Penyusunan Kumpulan Modul Matematika. 2010. Kumpulan
Modul Matematika SMK. Klaten:
MGMP Matematika SMK Kelompok TI dan Pertanian.

assalamu'alaikum
BalasHapuskakak angka" pada contoh ko tidak keliatan ya kak?
masih ada softcopy datanya tidak kak? klo ada beloh minta kak